Cari

siwikaruniawati

Be your self, not other :)

Puisi – Titik Balik

Kalau saja diizinkan
Dalam kurun waktu dunia
Daku memilih berbalik
Berbalik arah menuju kedamaian

Memang harta membahagiakan
Tapi tak seabadinya abadi

Sejatinya ada yang lebih membahagiakan
Tapi jarang dianggap hadirnya
Kedamaian hati
Cukup itu saja titik

Sekedar Puisi, Siwi Ka

Featured post

Berjuang

Bertemu di titik terang
Tak selamanya tanpa perjuangan
Bisa saja salah memperjuangkan
Atau malah kurang berjuang

Benar caranya belum tentu sasarannya
Jika memang lelah berjuang
Tinggal saja sebagai titik akhir perjuangan

Sekedar Puisi

Ternyata

aku ingin menutup mata saat bersamamu
merasakan hadirmu bukan dengan mata
tapi dengan perasaan

keadaan tak berpihak
dia telah kau pilih
entah dengan hati atau sandiwara belaka

terimakasih sudah membuat luka
doakan lekas sembuh saja

 

Sekedar Puisi 

Pergi

Bagaimana dengan yang ini
Sulit bagi yang kehilangan

Memang ada alasan bukan?
Bukan pergi namanya jika kembali

Memang sudah jalannya
Yang harus dijalani

Tak mengerti akhirnya
Cuma ikhlas obatnya

Cukup.

 

Sekedar Puisi Siwi

Hujan Setengah Dua

-Hujan memang tak pernah peduli waktu ia turun, tak peduli orang orang di bumi menginginkan hujan atau tidak. Ia tak akan peduli ada orang yang luka karena hujan itu atau teringat kenangan saat ia pernah bersama orang yang berarti dalam hidunya.
-Tapi aku salut kepada hujan yang mampu bertemu dengan matahari. Meski memang kecil kemungkinan untuk mereka bertemu, tapi apalah daya kalau Hujan dan Matahari dipertemukan oleh Tuhan, Mereka akan melahirkan Pelangi yang indahnya tiada terkira.

 

Sekedar Kata-Kata

Bukan Keluarga

Berada dalam dimensi waktu selama 245 hari
Itu cukup lebih dari cukup
Sudah cukup erat sampai semua terikat

Tersingkap dalam kenangan hidup
Kisah kasih dalam eratnya keluarga
Memang bukan keluarga sebenarnya

Tapi itu perkiraan bukan kenyataan
Memang bukan keluarga sebenarnya
Tapi semua ini terlalu nyaman

Sulit untuk pisah, sedih untuk pisah
Memang bukan keluarga sebenarnya
Tapi semua sudah terlanjur menyatu

Semua satu karena seorang guru
Guru yang menjadi Ibu
Yang mau mendengarkan semua cerita

Beliau adalah Bu Rosel
Beliau adalah penyatu cerita ini
Penyatu kebahagiaan ini

 

[EX] buatnya bareng Gema 

 

Andaikan jadi Kecil lagi

Terkadang aku berpikir, ingin jadi anak kecil lagi. Pola pikir mereka sederhana, kalau nggak main makan ya tidur. Mereka hidup dalam kesederhanaan yang diatas sederhana tak mengenal apa itu cinta.

Saat usia labil, ah bernegoisasi dengan perasaan, seneng memang tapi awalnya aja, selanjutnya ya tergantung yang ngejalanin. Tapi berhadapan dengan skenario cinta itu kayak benang yang gak putus putus, kadang kusut kadang mulus, iya itu namanya skenario, kadang endingnya susah kadang seneng. Udahlah yang paling aman sih Stay Alone aja sampai bolanya putus, sampek masanya dateng, sampek jodoh yang dikirim Allah dateng dengan sendirinya. Lelah .

Do’a

Termasuk dalam elegi
Atau sebaris kata
Tapi tak sekedar kata

Bukan materi, tapi mahal harganya
Bukan sekedar kata

Ia hadir dari orang tersayang
Mengiringi langkah tanpa ada wujudnya
Tapi itu realita

Hanya do’a yang tulus
Menitih hidup agar mulus
Karena itu serius diatas seirus

buat Ibuk

 

Pengorbanannya, bukan main main, bukan sekedar pengorbanan.
Beliau ada di setiap derap langkahku, menemani setiap suka duka.
Beliau mengajarkan kebajikan menjadi seorang manusia, memperjelas arti kehidupan, mengenalkan arti kerjakeras
Ibu, saat tidak ada jiwa raga mu nanti, pengabdianmu tetap hidup disini ,iya disini dalam jiwaku, anakmu.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑