Kau menari di atas pangkuan ku

Seketika berhenti, seketika berlari

Ku ikuti dengan derap perlahan

Hembusan angin mengelusku di ujung kesunyian

Kau berlari sekencang – kencangnya

Bak mata menghadirkan airnya

Tertetes walau tak berarah

Bali, 7/7/2015