Aku, seorang perempuan yang terpuruk dalam diam

Merasa terpojokkan dari hari ke hari

Aku wanita, yang selalu terdiam

Saat caci berdatangan

Dari saudara sebangsaku sendiri

Aku anak bangsa

Terasa tak berharga

Mereka, orang tersayang

Mereka, melihat aksi nyata kebaikan

Mereka, secara tak langsung mengacuhkanku

Ingin kusadarkan

Arah yang salah didikan

Terbelitnya dalam kebohongan

Ah beradu dengan kebohongan

Yang selalu bergelut dengan bangsa ini

HANCUR, salam terakhir dari kebohongan

Sekedar Puisi, Siwi Ka