Dua Puluh Tiga

Malam minggu
Pukul dua puluh tiga
Berjalan di jalan setapak menembus kegelapan
Bulan memalingkan pandangan
Putri kecil merengek kedinginan

Terekam jelas ingatan
Putri kecil dalam gendongan
Terdiam dalam dekapan
Dekapan ayah tak tergantikan
Jasa ayah tak terlupakan

Itu realita hidupku
Dulu, sedulu dulunya dulu

Sekedar Puisi, Siwi Ka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s